Kalah Perang
Bila saja webcam di laptop yang sedang kugunakan, kuaktifkan, tentu dia telah merekam tiap rinci ekspresi malasku yang sepanjang hari ini terduduk di depan si acer milik abangku. Mulai dari wajah ceria, wajah tidak bersemangat hingga mimik wajah menahan kantuk yang hebat. Aku sendiri tidak tahu seperti apa wajahku dengan mata sayu yang dipaksa-paksakan terbuka. Bola mata yang kudapatkan dari orang tua asli suku Minang pesisir, mungkin saat ini tampak layaknya keturunan cina saja, terbuka kecil seperti mengintip. Bedanya, sipit yang dihasilkan tidak menarik, tidak cerdas tatapannya melainkan kosong. Cuaca lembab, angin dingin yang diam-diam menyelusup masuk dari celah ventilasi warnet, memperparah mata ini! Dan disaat yang bersamaan tubuhku tak lagi mampu bertahan tegak, seakan turut saja perintah si otak: tidurlah!“mba..”
“MasyaAllah aku tertidur!”
-
Arsip
- September 2010 (1)
- Juni 2010 (1)
- Mei 2010 (3)
- April 2010 (13)
- Maret 2010 (4)
- Februari 2010 (15)
- Januari 2010 (15)
- Desember 2009 (9)
- November 2009 (12)
- Oktober 2009 (1)
- April 2009 (4)
- Maret 2009 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
