Ini Jejak-Q

Hanya Satu Yang Akan Kita Tinggalkan… Ialah… JEJAK

cuma garam

CUMA GARAM

DALAM SAMBAL

Enam tahun mungkin bukan waktu yang sebentar. Tapi, pengalaman di dalam ke enam tahun tersebut, terus berakar dalam memoriku. Menumbuhkan banyak cabang kenangan yang tak lekang. Menghasilkan banyak daun pengalaman yang senantiasa hijau dan segar. Dan aku terus merasakan panen buah manfaat yang tiada habisnya. Ke arah mana aku harus melanjutkan tulisan ini ? Entahlah, setiap aku berusaha melanjutkan tulisan-tulisanku. Aku seperti membuka sebuah gudang besaaar, yang menumpahkan semua isinya. Dan tumpahannya membuatku sulit untuk memilih, mana yang terbaik untuk aku tuliskan. Kalau aku benar menghitungnya, aku sudah melewati enam tahunku bersama kurang lebih 202 teman-teman kecil. He he, banyak juga ya. Terus terang, tidak menyangka, kalau sudak sedemikian banyak.

Dari jumlah itu, jika setelah melewati masa taman kanak-kanak mereka. Dan mereka tetap mendapatkan kebebasan berekspresi dan mengekplorasi. Sekitar empat puluh lima persen dari mereka, menurutku adalah calon maestro seni. Dua puluh lima persen dari mereka sebagai ilmuwan. Dua puluh persennya adalah para atlet hebat. Yang lainnya, calon politisi yang tangguh. Subhaanallah. Mau di aminkan ?

Sebagian besar dari mereka, memang sangat menyukai seni. Baik itu menyanyi, melukis, membentuk, menari. Jangan salah, aku tidak pernah menyuruh mereka untuk melukis yang bagus. Atau aku menyalahkan dengan kalimat “Nyanyinya yang merdu dong.”. Apalagi mengomentari karya mereka dengan “Kok ekornya seperti itu?”. Mereka menemukan cara melukis yang bagus, menyanyi yang merdu, membentuk yang benar, dengan sendirinya. Demikian juga para calon ilmuwan, seringkali sok tahu dan banyak yang tidak diketahui. Hal ini membuat mereka sering bertanya serta mencoba berbagai hal. Tanpa mempertimbangkan sebab yang akan ditimbulkan. Jangan pernah berpikir bahwa saya sering melakukan percobaan di kelas. Atau membacakan buku-buku tentang penemu. Mereka menemukan minat ini dengan sendirinya. Atlet-atlet, yang setiap hari, dan setiap kali, bergerak ke sana ke ke mari, yang hampir tidak pernah berhenti. Seingatku, aku tidak pernah memberikan pesan “Rajinlah berlatih lari dan melempar. Juga melompat dan berayun.” Mereka mengembangkan kemampuan itu dengan sendirinya. Para politisi, seringkali sibuk melobi. “Kamu teman aku kan.” Dan di lain waktu mereka menjadi pemimpin yang tak bisa dibantah. Mungkin dalam hal ini, ada sedikit pengaruh yang datang dariku. Tapi, mereka benar-benar mendapatkan sifat pemimpin itu dengan sendirinya.

Aku cuma seorang guru. Yang berusaha semampunya untuk memberikan motivasi saat mereka tidak percaya diri. Tepukan lembut pada bahu mereka atas sebuah keberhasilan. Atau sekedar senyum atas sebuah kesalahan. Tanpa maksud apapun. Aku cuma taburan garam dalam racikan sambal. Yang hanya mampu memberikan rasa asin pada sambal tersebut. Namun, sensasi pedas ada pada cabe-cabenya. Yang membuat manusia menyukai sambal adalah cabe-cabenya. Garam cuma pelengkap. Tak perlu di anggap, kecuali ia terlalu banyak. He he, soalnya keasinan.

Jadi, jangan sebut kata terima kasih. Karena aku tidak berbuat apa-apa. Semua yang mereka bisa. Atas izin Allah, mereka bisa dengan sendirinya. Percaya deh, ayah bunda. “Mereka bisa, kok!”

Iklan

Maret 16, 2009 - Posted by | Tak Berkategori

2 Komentar »

  1. Assalãmu`alaykum, teh Af…
    Pasti kaget, kalo saya bilang saya juga pernah skolah PGTK 😀
    Saya dulu mahasiswa paling ganteng di antara mahasiswi2 cantix PGTK Tadikapuri Bandung, hehehe… Sengsara bgt jadi satu2nya pejantan tulen di sarang penyamun, eh, perawan 😦 (bukannya senang yak?)

    Betul lho teh, tapi karena satu dan lain hal, ga ditamatin. Tapi juga lagi, alhamdulillãh kegiatan skarang ga jauh dari anak2. Banyak muridku masih anak2.

    Dunia yg mengasyikkan ya teh, subhãnallãh, butuh orang2 ikhlas utk membantu mereka menemukan “jalannya”…

    Thanx for sharing, teh 🙂
    Ditunggu tulisan selanjutnya!
    Bãrakallãhu fïk…

    Komentar oleh silmikaffa | Maret 23, 2009 | Balas

    • Wa’alaykumsalam, bang…
      PGTK??? ana aja blm sempat tuh mencicipinya… ana lulusan STM jurusan Bangunan Gambar.
      Karena satu dan lain hal… ga bisa ngelanjutin. Sekarang jadi guru TK. Dan sedang terancam
      akan di gusur dari TK. Soalnya, diberi waktu untuk menyelesaikan S1 sampai tahun 2015.
      Jadi sekarang lagi ketar-ketir nih. Kendalanya klise banget…

      hobi ana dari kecil, memang menulis…. tapi lebih hobiiiiiii lagi ‘ga Pe De’. Aneh kan??
      Apa coba…, hobi kok ‘ga Pe De’. mudah jatuh, saat ada yang mengeluh ‘kok gitu nulisnya?’, ‘kaya’nya sama
      dengan tulisan orang lain ya?’, dan lain-lain. ‘Agak rapuh’ lah… (malu nih mau mengaku ‘rapuh sekali’…)
      Satu lagi hobinya… bikin nasyid anak… Alhamdulillah bermanfaat membantu beberapa teman yang punya
      sekolah untuk membuat MARS Sekolah. Juga MARS wajihah milik akhwat. Alhamdulillah… biar ga Pe De juga…
      Allah masih teruuuus aja kasih ide nulis n buat nasyidnya.

      Dulu… ada seorang akhwat yang punya cara-cara cerdas untuk memotivasi ana. Tapi, dah pindah ke Bogor…
      Saat itu sempat merasa kehilangan ‘gudang semangat’. Makanya mulai coba membuka diri… dan berkenalan dengan beberapa teman di dunia maya… sangat membantu. Kalimat-kalimat motivasi bisa bertebaran di mana-mana…
      Bahkan dari yang tidak kenal sekalipun. Termasuk… bapak guruku yang satu ini…

      Soalnya… kalau di rumah… semua sibuk. Abi… Da’i. Adik ke dua dah punya istri. Adik k 3 kerja d kuliah juga.
      adik k 4, kelas 1 STM dan adik k 5 kelas 6 SD. Maiiin sendiri. Ibu… gitu deh. ibu rumah tangga… Bidadari paling sibuk di dunia.
      Teman-teman….
      Lho… kok ceritanya keasikan ya… Af1 ya bang…

      Pokoknya gitu deh… Dulu… karena agak tertutup… ga punya banyak teman. Alhamdulillah… disadarkan Allah.
      Bahwa jadi tertutup itu…. GA PENTING BANGET…
      YANG PENTING SEKARANG… menatap dunia dengan percaya… punya teman sebanyak-banyaknya…
      dan… amal sholeh setinggi-tingginya… Insya Allah…

      terimaksih ya bang… Jazakallah khoir

      Komentar oleh intangobel | Maret 23, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: