Ini Jejak-Q

Hanya Satu Yang Akan Kita Tinggalkan… Ialah… JEJAK

Sapa Sang Malam

Apa kabar diri… Ketika aku datang… Tidakkah kau menemaniku…?? Saat temanku gelap menghampirimu… Apakah kau menyambutnya hangat… ??

Apa kabar diri… Apakah sepi telah menjadi sahabatmu…?? Ketika Sang Pemilik Semesta… Semakin dekat dengan mayapada…

Apa kabar diri… Jika kau memang merindui… Tidakkah kau terbangun di 1/3 sunyi…

Posting ini untukku… untukmu dan untuk kita… Semoga kitalah… Sahabat sang malam…
Di-copy dari status-status http://www.facebook.com/fiani.gee … Ketika ia dibangkitkan dari kematian yang sejenak…

=)@ Wahai pr pburu cinta… Siapkan panah do’amu malam ini… Msukkan pluru tahajud pd sjatamu… Intailah cinta y disbunyikanNYA di balik bintang2 dng ruku’mu… Bidiklah cinta y diltakkanNYA di antara awan dng takbiratul ihram-mu… Arahkan panah sujudmu pd cinta y ditaruhNYA di skitar bulan… Dan snapan tahiyatmu k smua cinta y ditbarkanNYA pd sluruh galaxi di smesta… Mari pburu, Dpatkan Cinta malam ini…

=)@ Keheningan membujukku tuk bangun… Ia menawarkan kesyahduan malam… Kesunyian merayuku tuk bangkit… Ia ingin memberiku ketenangan jiwa… Kediaman menggodaku tuk sadar… Ia mengimingi keteduhan hati… Dan diriku pun terpedaya oleh bujuk rayu mereka… Hingga tertunduk pada Pencipta mereka. Pencipta Hening.. Sunyi.. Dan Diam… Tidakkah kau ?

=)@ Telah pudar 1/3 malam… Alhamdulillãh s4 terbangun… Hampir saja kehabisan waktu… Mencuri hati malam… Merajut mimpi pada sujud… Menderas aliran bening pada do’a… Jiwa2 kelana… Titip pintaku juga pada untai do’amu yaa…

=)@ Duhai para pelari… Arena malam telah digelar… Menunggu kaki2 kita menapakinya… Ia menunggu kita meninggalkan pejam… Ia menanti kita memutuskan lelap… Ia mengharap kita mengusir nyenyak… Aba2 malam menggetar sdh… Maka ayolah pelari… Keraskan juang malam ini… Ada finish yang harus dilewati… Mari… mengejar mimpi surgawi…

=)@Duhai Laskar Pemimpi… Cukuplah rehat raga mu… Tinggalkan bantal angan itu… Lepaskan guling lelapmu… Dan bukalah selimut khayalmu… Udara menyapamu… Terbanglah bersamaku… Kita mengangkasa bersama asa… Duhai Laskar Pemimpi… Mari menari dalam tarian sejati… Tarian do’a dan pengabdian insani… Di ujung sunyi ini… DIA Menanti…

=)@ Allãh… MalamMU tsenyum padaku… Btapa stiap AnugrahMU mhadirkan Psona tiada tanding… KuasaMU Mberiku nikmat tak ada banding… Jangan biarkan pikirku kering dr AsmaMU… Jangan izinkan diri jauh dr mengingatMU… Jangan pkenankan hati tak bgetar MnyebutMU… Aku milikMU… Dan dng KeindahanMU… Genggam setiap sel diriku… Agar kagum… Dan MendekatMU… Ãmîn.

=)@ Pada ujung sunyi… Pada tepi gelap… Mari Laskar malam… Bangkit dan berdiri… Menikmat ketenangan saat jiwa bermunajat… Dan keindahan hati saat ia bergetar hebat… Dalam Sholaat…

=)@ Kerja para pemburu cinta adalah… Do’a di sunyi malam… Dan Sujud di gelap syahdu… Ia bsnandung kasih dng hati… Dan mnyanyi rindu dng jiwa… Cinta itu usaha… Dan rindu itu bsegera…

=)@ Duhai para munsyid… Festival malam telah dibentangkan… Lampu2 bintang telah dinyalakan… Panggung 1/3 malam telah didirikan… Segera nyanyikan lagu KebesaranNYA pada takbirmu… Senandungkan nasyid KeagunganNYA pada ruku’mu… Dendangkan nada KemuliaanNYA dalam sujudmu… Biarkan irama KuasaNYA menyatukan raga, jiwa dan hati… Untuk menari… Sebuah tarian surgawi…

=)@ Duhai Pelukis asa… Telah Dia hamparkan kanvas penghujung malam… Gariskan di atasnya… Sebuah rangkaian cita… Telah pula Dia siapkan kuas hidupmu… Goreskan Dengannya untaian do’a… Gariskan warna2 istimewa… Dengan ruku’ menghamba… Serta sujud dan airmata… Duhai pelukis asa… Biarkan warna hati menghiasi… Dan berikan warna jiwa dng cinta… Lukisanmu adalah persembahanmu…

=)@ Duhai lelap… Pergilah… Wahai nyenyak… Menjauhlah… Dan kau kantuk… Sudahlah… Kami ingin bangun… Mencuri Perhatian Sang Pemilik Dunia… Mdapat Rahmat dr Sang Pencipta manusia… Mjaring Cinta Sang Penguasa mayapada… Mgapai Ridho Sang Raja semesta… Duhai tidur… Hentilah… Sebelum kami kehabisan waktu… Untuk mnyampaikan rindu… Dalam sunyi… DIA menanti…

=)@Wahai sang pcerita… Adakah alur malam y akan kau kisahkan?! Ttg adegan-adegan antara ksunyian d takbiratul ikhram… Mngenai dialog2 antara dingin udara dan ruku’ sang hamba… Atau hnya sbuah monolog dlm sujud sukarela… Kisahkanlah pd khidupan gelap… Agar phuni gulita mengerti… Btapa drama malam ini… Adlh drama bagi Dzat Ilahi… Agar para makhluk bs bersaksi… atas drama pengabdian ini…

=)@Gelap ini hampir usai… Diputus terang… Senandung dzikir mengiring malam kembali keperaduan… Dan insan beriman… Sebaiknya menguatkan mujahadahnya… Untuk mencuri Perhatian Sang Maha Cinta… Dengan sujud2 menghamba… Agar kembali ke dunia insani… tanpa merugi… Dan DIA selalu menanti… Kita kembali… Menyerah diri…

=)@Wahai Indonesia… Bngkitlah… Malam mnyrumu tuk kbali mngukir asa… Akankah kau gores pd gelap… Sjarah indah ttg harapan… Ia mdayu pada kidung-kidung sunyi… Mnguap mnuju langit… Dan trungkap pintunya hnya dng sujud… Sdngkan Palestina… mlawan musuhnya… Dng snjata do’a d peluru tahajud… Maka muntahkan amunisi malam ini… Kita harus bisa… Harapan msh ada…

=)@Duhai para pejuang… Drita bangun adlh pd draan kantuk… Ia mrayumu untk mundur dan lelap… Malas adlh onak duri… Y menghalangimu… Untuk mnyerah dan lemah… Musuh jiwa adlh syaithan yang nyata… Mgiringmu untuk kalah d tidur yang lena… D mereka hrus kcewa malam ini… Sperti kmrn d esok nanti… Bawa luka2 prangmu… D biarkan Sang Maha Pnyembuh Mngobatinya… Dng Basuhan CINTA…

=)@Mengalirkan do’a pada arus hening… Menghanyutkan asa di ombak sunyi… Menderaskan harap pada gelombang sepi… Hentilah di samudra ini… Pada ujung diam di tepi malam… Untuk menyelami samudra penghambaan…

=)@ Menderaskan pinta… Seiring nyanyian sang hujan… Pecah sudah hening… Namun syahdu percik air menyentuh lantai bumi… Membuncah rasa… Mencurah asa… BerSama hujan teriring RahmatNYA… Allãh sedang menurunkan Cinta… Mari gembira…

=)@ Sang gelap mengheningkan cipta… Dan kaca bening pecah berderai… Kesyahduan sunyi memaksa insani memerah rasa… Tak ingin jatuh pada kecewa… Melewati masa sepi tanpa arti… Sedangkan telah ditaburkan sejuta cinta pada lekuk-lekuk malam… Dan engkaulah pejuang… Segera kumpulkan cinta… Sebanyak kau bisa…

=)@ Dan malampun gulita… Kau hentak kami dari selimut gelap… Kau tepuk kami dari lena lelap… Dalam sunyi… Ketika musuh2Mu mengintai kami… Satukan kami dalam asa malam… Smg ia menjadi peluru… Himpunkan kami pada sujud panjang… Dan jadikan ia sebuah sejata… Buka pintu langitMU Rabbana… Harap ini kan mengangkasa… Ãmïn… Duhai pejuang mari satukan… butiran do’a…

=)@ Wahai Pecandu sujud… Berlehalah pada udara pengabdian… Kemudian terlena pada detik-detik penghambaan… Ia memabukkanmu pada sebuah Cinta… Dan menerbangkanmu ke rengkuh kasih Sang Kekasih… Khawatirmu, dihilangkan… IA pula Menenangkan… Kau datang dengan tanya… Dan pergi tanpa hampa… Sebuah jawaban penyejuk… Dalam sebuah sujud… Dan tiada lagi ragu… Dan resah di hatiku…

=)@ Wahai kelana dunia… Tempalah raga pada 1/3 sunyi… Dengan mencabut darinya sebuah lelap… Dan merampas selembar kantuknya… Lalu paksakan jasad itu mendemonstrasikan cinta… Menampilkan atraksi rasa… Pada sebuah psinggahan rindu… Namun jangan biar raga bsendiri… Dalam psembahannya… Sandingkan ia dng hati dan jiwa… Pada sebuah pelaminan hamba…

=)@ Bersama tarian sang hujan… Siapakah Fulan… Yang dibangunkan, kemudian tahajud? Siapakah Fulana, yang merendah mengharap hikmah dlm sujud? Fulan dan Fulana… Malam ini ada cinta di hati mereka… Tjalin pd sbuah titik rasa… Cita bsar pd asa… Rindu syahdu dlm do’a… Fulan d Fulana… Sdang jatuh cinta… Pada Sang Mahasegala… Rabbanã… Aku juga ingin jatuh CINTA…

Duhai malam… tariklah kami… menuju Pesona Tertinggi…

Iklan

Desember 12, 2009 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Jama’ah Angsa


Bunga hikmah ini, ku petik dari sebuah TAMAN… Semoga dapat kau ciumWANGInya… Semoga bisa kau lihat warna SEGARnya… Semoga berhasil kau rasakan KEINDAHANnya… Amin

Angsa bertasbih dengan caranya…

Bukalah Kitab Suciimu… Jelajahi dengan jarimu… Hingga kau temukan ayat ini…

“Tidakkah engkau (Muhammad) tahu. Bahwa kepada Allaah-lah bertasbih apa yang di langit dan di bumi, dan juga burung yang mengembangkan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui (cara) berdo’a dan bertasbih. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” ( Qur’an Surah 24 : 41 )

Sekelompok Angsa terbang…Mereka harus pindah menghindari musim dingin yang akan segera datang… Semua Angsa, patuh… Karena… jika tidak, dia akan terperangkap di musim dingin. Dan mati.

Maka… berangkatlah Angsa-angsa itu.

Mereka terbang dengan barisan rapi. Membentuk huruf V. Formasi ini, mempermudah mereka menembus angin. Mereka memiliki niat yang sama. Arah yang sama. Karena… Dengan bersama… akan lebih mudah dan cepat mencapai tempat tujuan.

Di tengah penerbangan, salah satu dari Angsa itu memisahkan diri. Mungkin berpikir… Mengapa harus melakukan penerbangan sejauh ini.

Melelahkan… ia merasa bosan pula berada di dalam formasi itu. Namun, Angin menyulitkannya… Tak ada teman yang di dekatnya yang membantunya memecah udara…

Akhirnya… ia kembali ke formasi… dan mendapat dukungan dalam penerbangan jama’i…

Sang pemimpin, yang sedari awal berada di depan, menjadi tameng udara bagi teman-temannya… Dalam waktu tertentu, akan memutar ke belakang… menjadi Angsa yang terpimpin. Dan Angsa lain menggantikan posisinya di depan.

Tak ada yang mengeluh… “Aku pemimpin, mengapa sekarang di belakang…??” Atau “Aku di belakang saja. Berat rasanya jadi pemimpin.” Sepertinya, tak ada kalimat itu dalam kamus JAMA’AH ANGSA. Peran mereka bisa bergantian. Karena masing-masing Angsa memiliki keunikan. Subhaanallaah…

Selama penerbangan berlangsung… Angsa-angsa di belakang, mengeluarkan suara riuh rendah. Seperti memberi motivasi… yel-yel Angsa… untuk menyemangati barisan terdepan. “Ayo… Ayo…!”
Allaahu Akbar..!

Dalam penerbangan jauh itu pun… Tak lepas dari halangan dan rintangan… Seekor Angsa, bisa saja sakit, terluka atau tertembak… Angsa itu pun akan keluar dari formasi. Turun beristirahat…

Namun…, Angsa itu tidak di biarkan sendiri dalam kesulitan, oleh Angsa yang lain. Karena kemudian, dua ekor Angsa bertugas mengawalnya, menjaga, dan melindunginya hingga sembuh. Dan mereka pun menyusul kembali saudara-saudara mereka… Selalu bersama… dalam suka dan dukanya… Subahaanallaah…

Beberapa Fakta, tentang JAMA’AH ANGSA…
Yang kurangkai dalam cerita sederhana…
Walaupun mungkin sudah ada yang pernah mendengarnya…

Teruslah berkarya… wahai JAMA’AH ANGSA…

Desember 12, 2009 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar