Ini Jejak-Q

Hanya Satu Yang Akan Kita Tinggalkan… Ialah… JEJAK

Satu Jejak Lagi


Jika harus kumulai dari satu sisi. Maka sebuah awal yang sama pun akan kutuliskan pula. Bahwa semua aktivitas yang kujalani setelah menyelesaikan bangku SMK-ku. Yaitu satu hal yang hingga saat ini aku berenang senang di dalamnya. Dunia pendidikan. 9 tahun sudah. Hmm… Alhamdulillaah masih betah. hehe

Sekarang mau memulai satu jejak lain ke arah yang sama. Tapi dari ranah yang berbeda. Jika sewaktu menjadi guru, aku berenang. Kali ini, mau berdansa di lantai training. Apa coba maksudnya ??

Insya Allaah.. akan bergabung dengan teman-teman di Balikpapan. Dalam sebuah lembaga training, SPEED Learning Center. Dua pekan yang lalu ikut pelatihannya. Ternyata, jadi trainer itu gampang-gampang susah. Yang penting, kuncinya… MAU. Ada lagi kunci yang lain… MEMBACA.

Dan ini sedikit ilmu yang ingin kubagi:

Mungkin setiap kita pernah mendengar kata “training”. Tapi, ga semua tau apa definisinya. Terbukti saat pelatihan, tak semua peserta mengetahuinya. Jadi, definisinya aku bagi di sini ya…

Ternyata, yang di maksud dengan training adalah proses sistematik yang mengarahkan pada perubahan keahlian, pengetahuan, sikap atau perilaku.

Dan orang yang memberikan training disebut trainer. Trainerlah yang menjadi fasilitator yang mengarahkan peserta pada perubahan keahlian, pengetahuan, sikap dan perilaku.

Tugas seorang trainer:

1) Melaksanakan tahapan trining

2) Memfasilitasi peserta untuk mendapatkan pemahaman melalui keterlibatan dalam pengalaman baru

3) Bukan mengajari tetapi menciptakan iklim belajar

4) Bukan menjelaskan satu arah, tetapi membantu peserta menemukan sendiri hal-hal yang berkaitan dengan tujuan training

Menurut aku sih, tu sama aja dengan guru. Namun, sang trainer dalam pelatihan itu bilang. Beda itu antara guru dan trainer. hehe..

Naaah… kalau kita dah jadi trainer. Ada empat tahap yang harus kita ketahui dalam menjalankan training.

Tahap 1>>> Need Assessment Training (NAT)

Ini adalah tahap. Dimana trainer mengumpulkan informasi mengenai peserta yang akan ditraining. Kemudian menganalisa gejala-gejala atau keterangan yang menunjukkan kekurangan dalam hal pengetahuan, skill, dan sikap mental peserta. Sehingga trainer bisa menentukan tujuan pelatihan dan isi materi pelatihan.

Dapat dilakukan dengan memberikan quisioner, observasi langsung, wawancara, diskusi dan laporan kelompok

Tahap 2>>> Frame of Training

Setelah tahapan NAT, trainer menyusun Frame of Training ini. Ia akan memetakan situasi dan kondisi. Merumuskan masalah yang didapatkan dari hasil NAT. Dan menentukan perubahan yang diharapkan dari peserta. Setelah itu, merekayasa solusi. Di saat ini, trainer menyiapkan materi yang tepat dalam training. Serta merancang alur training (semacam rundown acara)

Tahap 3>>> Pelaksanaan Training

Saatnya trainer beraksi menampilkan materi yang telah disiapkan. Dia bicara, bertanya, mengajak, memotivasi, memfasilitasi, dan bersenang-senang. hehe

Tahap 4>>> Evaluasi Training

Hal ini dilakukan beberapakali. Pada setiap usai satu sesi atau materi. Kemudian juga saat training berakhir. Jika pada akhir sesi, trainer bisa menanyakan apa yang sudah didapatkan olah peserta pada sesi tersebut. Dan pada akhir training membagikan lembar evaluasi mengenai penilaian peserta terhadap materi training, penyajiannya dan evaluasi terhadap trainer yang menyampaikan.

Itu dia ilmunya. Semoga bermanfaat ya.

Seharusnya, kalau TFT itu idealnya sih 3 hari gitu. Kemarin hanya sehari. Semoga cukup, sambil terus berbenah diri. Melengkapi kemampuan pelan-pelan, sedikit demi sedikit.

Bismillaah… Biidznillaah… Semoga jejak ini membawa berkah dan ridha Allaah. Amiin Yaa Rabb

Maret 7, 2010 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar