Ini Jejak-Q

Hanya Satu Yang Akan Kita Tinggalkan… Ialah… JEJAK

Pendidik Or Pembantu

Salam para dewasa.. apa kabar USIA DINI kita.. semoga mulai mandiri dalam aktivitasnya.. dan mampu mengurus diri.. dalam hal-hal sederhana. Amiin

Kisah lagi yaa… pendek saja… ^_^

******* @ *******

Di kelas dengan jumlah murid 25 aktivis. Ada dua guru yang mengasuh mereka. Di bulan-bulan awal masuk sekolah, toilet training, menjadi sangat penting. Alhamdulillaah, dalam waktu 3 sampai 4 bulan, semua teman sudah bisa BAK dan BAB sendiri, tanpa bantuan bu guru. (Dari saat masuk, di dalam, dan keluar) Hanya diawasi oleh bu guru.

Suatu hari…

”Bu guru A, Tito mau BAK.”, Tito menyebut guru A. Namun, guru A sedang sibuk mengajari teman yang lain untuk mengaji.

Maka guru B bertindak, ”Sini sayang, sama bu guru.” sambil tersenyum.

“Nggak mauuuuu. Mau sama bu guru A ajaaaaa.”, tolak Tito.

Hmm.. beberapa anak, memang lebih menyukai BAK dengan bu guru A.
Kita lihat kenapa.. ^_^

Toilet training bersama guru A:

“Ayo baca do’a dulu.”, kata guru A. Sambil melepaskan semua pakaian yg perlua dilepaskan. Tito hanya membaca do’anya. Sambil melihat ke wajah guru A. Saat membuka kaos kaki, Tito duduk di sebuah tempat duduk, sambil menghulurkan kakinya ke depan wajah sang guru. Dan bu guru A, dengan senang hati melepaskannya. Saat di dalam pun sama. Tito hanya melepaskan tuntutan alamiahnya, selain itu, bu guru A yang mengerjakan, menyiram bekas BAK, mencebok, mencuci. Semuanya. Tito tidak capek, aman, damai, nyaman dalam pengurusan bu guru A. Waktu keluar, hal yang sama terjadi lagi. Bu guru A, melayani dengan hati. Hingga selesai do’a.

Toilet training bersama guru B:

“Kita baca do’a dulu ya nak.”, kata guru B. Setelah berdo’a, bu guru B berkata, ”Sekarang lepas kaos kaki dan celananya sayang. Tito membuka sendiri celananya.

“Susah bu kancingnya.”, kata Tito.

”Sini bu guru bantu. Ini melepaskannya seperti ini ya. Di pegang yang kuat.”, hanya kancingnya. Selanjutnya, Tito kerjakan sendiri.

Begitupun segala urusan siram menyiram, mencebok dan membersihkan diri. Tito kerjakan sendiri, di bawah arahan bu guru B. Hingga selesai do’a keluar kamar mandi/WC.

******* @ *******

Kadang.. kita tak menyedari, betapa pentingnya kemandirian bagi USIA DINI kita. Sejuta bantuan, memang akan memenuhinya dengan cinta. Namun, satu pelatihan, akan memudahkan kehidupannya.

Guru B berkata… ”Karena kita adalah pendidik, bukan pembantu.” (Aku setuju) ^_^

Hal semacam ini pun, terjadi pada ayah dan bunda. Perbedaan bentuk perhatian dan pelayanan semacam inilah, yang menyebabkan USIA DINI memilih-milih antara ayah dan bunda untuk menemaninya beraktivitas. Wallaahua’lam.

******* @ *******

Semoga kita.. adalah para dewasa, yang mampu memberikan perhatian yang sejatinya merupakan pendidikan. Agar USIA DINI kita merasakan manfaat yang lebih, dari apa yg kita beri padanya. Amiiin

Iklan

April 3, 2010 - Posted by | 1

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: