Ini Jejak-Q

Hanya Satu Yang Akan Kita Tinggalkan… Ialah… JEJAK

Mereka Bukan Anakku

Seorang insan, telah memilih, untuk mengisi hidupnya, dengan menjadi seorang guru. Sembilan tahun lebih, rasanya bukanlah sebuah perjalanan waktu yang sebentar. Delapan tahun pula sang guru ini, menghabiskan setiap tahunnya. Untuk mewarnai hari-hari bersama puluhan sosok-sosok mungil yang selalu ceria dan penuh energi. Sang guru, yang setiap hari mengamati perkembangan para makhluk imut itu di dalam kelasnya.

Semakin hari semakin jatuh hati, pada pemilik kaki-kaki yang tak pernah henti menjelajah itu. Seberapa pun, waktu yang pernah mereka lalui bersama. Namun sang guru, selalu merasakan ketakutan, bila mendekati masa-masa berakhirnya tahun ajaran. Perpisahan dengan senyum-senyum manis itu, seperti menggores luka dalam, yang tidak dapat terobati. Apalagi jika pertemuan mereka, harus diakhiri dengan pindahnya sang buah hati.

Masih teringat dengan jelas dalam memori sang guru. Saat, seorang putri kecil. Yang ayahnya adalah seorang laki-laki berstatus, warga negara Brunei. Harus pergi, tanpa memberikan informasi yang jelas terhadap sang guru. Perkenalan awal dengan sang guru, yang melalui tahapan agak sulit. Karena perbedaan bahasa. Membuat kepergian teman kecilnya, semakin menyesakkan bagi sang guru. Jika dapat, ingin rasanya sang guru tetap memeluknya agar ibu dari putri kecil itu tak perlu membawanya serta. Namun,apa daya. “Dia bukan anakku.” Kata sang guru dalam hati.

Sang guru menerawang jauh. Kembali ke cerita lalu. Tahun ke tiga, di mana seorang teman kecil lain, ada bersamanya. Yang datang dengan temperamen tinggi. Hampir tidak pernah, si kecil berbicara dengan kata-kata sopan. Awalnya, sangat tinggi hati. Tak suka ditegur atas kesalahannya. Berbuat semaunya, tanpa menghiraukan akibat yang kadang terlalu berbahaya buat diri dan temannya. Sebuah senjata rahasia, berhasil menaklukkannya. Setiap sang guru berbicara. Sang guru mengikuti logat daerah, yang terdengar agak sulit dihilangkan dari bahasa Indonesia yang setiap hari digunakan oleh si teman kecil. Mungkin logat itu, membuatnya merasa nyaman.

Baru beberapa bulan, keakraban itu terjalin manis. Allah punya rencana hebat. Sang teman kecil harus pindah. Dan sehari setelah kepindahannya. Sebuah karya yang tertinggal, menorehkan kerinduan dan membuat sang guru tak sanggup menahan air mata rindunya. Apa yang bisa dilakukan sang guru ? “Teman kecil itu, bukan anakku.” Kalimat itu memenuhi hati sang guru.

Tahun ini, sang guru mewarnai hari bersama 22 teman kecil. Salah satunya adalah Nabila. Yang cerdas luar biasa. Sangat cepat mengenali simbol-simbol. Sehingga Nabila melejit dengan Qiro’atinya. Kosakata Bahasa Inggris, hampir tidak ada yang dilupakannya. Daya ingat yang kuat, merupakan kelebihan Nabila. Hingga suatu hari, Nabila mengatakan, “Bu guru, aku mau pindah.” Sang guru memandang Nabila dengan diam. Ya Allah, apakah kami harus berpisah sekarang juga ? Sang guru mencoba menampik ketidak relaannya. Dan kembali menenangkan diri sekali lagi, “Nabila, bukan anakku.” Dan masih banyak lagi saat-saat di mana sang guru terpaksa tak dapat bertemu lagi, Karena, harus berpisah, dengan teman-teman kecilnya.

Puluhan teman kecil itu, datang dan pergi setiap tahunnya. Dan setiap mereka meninggalkan kesan tersendiri bagi sang guru. Karena mereka adalah bagian dari motivasi bagi sang guru. Namun, apa mau dikata. “Mereka, bukan anakku.” Gumam sang guru. Sang guru hanya dapat mengirim sebuah pesan dan do’a, untuk para teman kecil yang jauh, yang dekat. Yang masih dapat bertemu, atau yang sudah tak pernah bertemu. Wahai teman-teman kecilku, titilah jembatan surga. Yaa Allah, tunjukkan bagi teman-teman kecilku, jembatan surga itu. Amiin.

Iklan

April 9, 2010 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Nulis Bareng…. Baca Bareng!

Assalamualaikum…

Maaf kalau saya sekiranya menulis/mendahului para senior dan mentor di berbagai temu kepenulisan.

Berhubung saya di undang, maka alangkah lebih baik (versi pribadi nih :D) saya menyegerakan memenuhi undangan dari pengundang.

Melihat dari nama forum ini adalah “Nulis Bareng” hem, maka pastinya kesananya diikuti dengan “Membaca Bareng” dong? Pasti!
Kalau tidak di baca, lah tulisan yang bareng-bareng ini mau di apakan? (Nyengir sendiri dech)

Sepertinya saya tidak akan menuliskan hal-hal yang berat, karena sejujurnya saya juga belum tahu pasti bagaimana peraturan nya di Blog “nulis Bareng” ini –Selain yang berat-berat itu saya juga gak sanggup mengangkatnya. 😀

Yah, anggaplah perkenalan atau sapaan, agar sesama follower blog ini lebih mengenal satu dengan lain nya, dalam konteks apapun.

Sepertinya, kalau memperkenalkan diri itu belum layak untuk saya (siapa sih saya ini? Orang penting juga bukan, terkenal juga tidak, ya kan?) Tapi sebagai Muslim, tentu saya punya identitas. Menyirikan sebagai seseorang yang punya jati diri dan tanggung jawab (ceile,,,,)

Followers alias “Pembaca Bareng” di Blog ini silahkan bisa mengajukan/menuliskan pertanyaan di kolom komentar. Insya Allah akan saya jawab. Berhubung saya mah gaptek, apalagi soal Blogspot masih awam, (besar dan tinggal di MP serta FB sih) xixixi… ngaku dech! Maka tak lupa saya mohonkan saran serta bimbingan nya dalam upaya meningkatkan silaturahmi ini.

Kalau sudah lancar, saya kira apapun (Bukan cuma nulis dan baca) akan masuk dan muat di Blog ini. Dan semoga semua itu bermanfaat serta ada hikmah untuk kita, penulis dan pembaca bareng-bareng ini.

Berhubung waktu mepet, saya pamit dulu, akan kembali setelah pesan-pesan berikut ini 😀
Mangga iklan nya dipersilahkan 😀

Wassalamualaikum

April 9, 2010 Posted by | Lin One Created, Nulis Bareng Baca Bareng | 10 Komentar