Ini Jejak-Q

Hanya Satu Yang Akan Kita Tinggalkan… Ialah… JEJAK

Kelunya Sang Pena

SANG PENA TERPAKU

AKSARANYA BEKU.. TAK SANGGUP MENGALIR

IA TERDIAM DI SUDUT WAKTU

HANYA BERGUMAM MENYIMPAN RINDU

PENA MERINGIS.. SAMBIL BERKATA..

“DUHAI.. AKU RINDU TEGAK BERDIRI.”

MENGUNGKAP BENAR.. LAGI DAN LAGI

SAAT SI ‘INGIN’ MENDORONGKU TUK BERLARI

ADA SI ‘NGGAK PE DE’ YANG MENAHANKU

AKU KAKU TERTIDUR LESU

HANYA BERMIMPI MENGURAI CERITA

HINGGA TINTA MENGUAP KE ANGKASA

PEKAT HITAMNYA RESAH MENANTIKU

DAN IA PERGI.. TAK SABAR TUK SETIA

MULAI AKU BERKARAT

TUBUHKU SEKARAT

HANYA RUSAK DAN TINGGAL PATAH

PENA MERENUNG..

“KAPAN.. KAPAN AKU.. BISA BERBAGI..??”

~*~Afiani Gobel~*~

Iklan

April 16, 2010 - Posted by | Tak Berkategori

2 Komentar »

  1. Beranda Dumai likes this 🙂

    Komentar oleh Beranda Dumai | Mei 3, 2010 | Balas

  2. Sepertinya ini puisi ungkapan hati seseorang yang sedang bingung mau nulis apa. Benar, gak?

    Komentar oleh Yesi Moci | Mei 26, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: