Ini Jejak-Q

Hanya Satu Yang Akan Kita Tinggalkan… Ialah… JEJAK

Nulis Bareng…. Baca Bareng!

Assalamualaikum…

Maaf kalau saya sekiranya menulis/mendahului para senior dan mentor di berbagai temu kepenulisan.

Berhubung saya di undang, maka alangkah lebih baik (versi pribadi nih :D) saya menyegerakan memenuhi undangan dari pengundang.

Melihat dari nama forum ini adalah “Nulis Bareng” hem, maka pastinya kesananya diikuti dengan “Membaca Bareng” dong? Pasti!
Kalau tidak di baca, lah tulisan yang bareng-bareng ini mau di apakan? (Nyengir sendiri dech)

Sepertinya saya tidak akan menuliskan hal-hal yang berat, karena sejujurnya saya juga belum tahu pasti bagaimana peraturan nya di Blog “nulis Bareng” ini –Selain yang berat-berat itu saya juga gak sanggup mengangkatnya. 😀

Yah, anggaplah perkenalan atau sapaan, agar sesama follower blog ini lebih mengenal satu dengan lain nya, dalam konteks apapun.

Sepertinya, kalau memperkenalkan diri itu belum layak untuk saya (siapa sih saya ini? Orang penting juga bukan, terkenal juga tidak, ya kan?) Tapi sebagai Muslim, tentu saya punya identitas. Menyirikan sebagai seseorang yang punya jati diri dan tanggung jawab (ceile,,,,)

Followers alias “Pembaca Bareng” di Blog ini silahkan bisa mengajukan/menuliskan pertanyaan di kolom komentar. Insya Allah akan saya jawab. Berhubung saya mah gaptek, apalagi soal Blogspot masih awam, (besar dan tinggal di MP serta FB sih) xixixi… ngaku dech! Maka tak lupa saya mohonkan saran serta bimbingan nya dalam upaya meningkatkan silaturahmi ini.

Kalau sudah lancar, saya kira apapun (Bukan cuma nulis dan baca) akan masuk dan muat di Blog ini. Dan semoga semua itu bermanfaat serta ada hikmah untuk kita, penulis dan pembaca bareng-bareng ini.

Berhubung waktu mepet, saya pamit dulu, akan kembali setelah pesan-pesan berikut ini 😀
Mangga iklan nya dipersilahkan 😀

Wassalamualaikum

Iklan

April 9, 2010 Posted by | Lin One Created, Nulis Bareng Baca Bareng | 10 Komentar

Serangan Kata

DITINJU.. dengan KATA-KATA. Hingga termundur dan kehilangan sejenak rasa. Tak percaya bahwa itu seperti tertuju pada setiap jengkal diri. Beset-beset.. jatuh cukup jauh dari kesadaran. Lalu kembali berdiri dalam kondisi lemah. Berpikiiiiiirr… Merenuuuuung. Setiap ’jab’-nya berhasil menembus pertahanan. Berdarah sedikit di sudut rasa. Lalu ’uppercut’ melayang kuat hingga lebam sekujur tubuh. KALAH.

Tersadar.. Sekalipun dengan beralasan. Aku tetap.. BERSALAH. -_-

DITAMPAR.. oleh NASIHAT. Sampai terduduk. Pipi terasa panas dijilat bara api. Membeliak kecewa atas kejadian yang tak disangka. Belum sadar bahwa itu adalah sakit bagi seluruh sel pada diri. Tergambar tapak tangan sang penyeru. Tak kan terlupakan. Ini periiih, hingga darah berdesir. Menggelegak.. hampir tak bisa menerima. Ingin berdiri.. namun tak sanggup menahan malu. Melirik ke segala arah. Hanya berharap.. semoga tak ada yg melihat rona merah di hatiku. TAKLUK.

Tersadar.. Sekalipun dengan beralasan. Aku tetap.. BERSALAH. -_-

DITENDANG.. oleh KEBENARAN. Efeknya.. terjungkal beberapa meter dari posisi merasa benar. Terjerembab.. lecet-lecet di sana-sini. Serasa remuk mental juara di dalamnya. Hingga kerendahan diri termunculkan sementara. Waaaaaaa.. sakiiiiiiiit ternyata. Mau berdiri.. tapi serasa dilucuti seluruh sendi harga diri. Meringis.. tampilkan wajah teraniaya. Dahsyat…!!! Energi kebenaran meluluhkan. TUNDUK.

Tersadar.. Sekalipun dengan beralasan. Aku tetap.. BERSALAH. -_-

*Sakit.. sakit.. perih.. perih.. Syukurlah.. sangat efektif untuk MENYADARKAN

******* @ *******

Tambahan.. dari sebuah blog ( http://qaulan-sadida.blogdrive.com/ )

Yaa ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha wa qûlu qaulan sadîda
(QS. al-Ahzab [33]: 70).

Qaulan sadida mengandung makna straigh to the point atau tidak berbelit-belit, berbicara secara positif, tegas tanpa mengelabui, jujur, tidak mengandung kebohongan dan apa adanya.

Ini berarti, bicara secara terang-terangan membuat orang lain mampu memahami sikap kita, sehingga kesalahpahaman pun bisa dihindari. Sikap terus terang juga bermanfaat bagi orang lain sebagai bagian dari upaya pembelajaran. Secara tidak langsung, qaulan sadida merupakan gambaran dari amar ma’ruf nahi munkar.

Al-Quran telah menjadikan amar ma’ruf nahi munkar sebagai keistimewaan pertama yang dimiliki oleh umat Islam sehingga mengungguli umat-umat lainnya. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran [3]: 110).

Qaulan sadida hanya dimiliki bagi hamba yang memiliki keyakinan kuat (al-iman al-amiq) kepada Tuhannya dan juga senantiasa merasakan kehadiran-Nya (muraqabatullah) dalam setiap tempat, setiap saat, dalam keadaan apa pun dan bagaimanapun, dalam musibah atau senang, rela atau terpaksa.

April 5, 2010 Posted by | 1 | 2 Komentar

Pendidik Or Pembantu

Salam para dewasa.. apa kabar USIA DINI kita.. semoga mulai mandiri dalam aktivitasnya.. dan mampu mengurus diri.. dalam hal-hal sederhana. Amiin

Kisah lagi yaa… pendek saja… ^_^

******* @ *******

Di kelas dengan jumlah murid 25 aktivis. Ada dua guru yang mengasuh mereka. Di bulan-bulan awal masuk sekolah, toilet training, menjadi sangat penting. Alhamdulillaah, dalam waktu 3 sampai 4 bulan, semua teman sudah bisa BAK dan BAB sendiri, tanpa bantuan bu guru. (Dari saat masuk, di dalam, dan keluar) Hanya diawasi oleh bu guru.

Suatu hari…

”Bu guru A, Tito mau BAK.”, Tito menyebut guru A. Namun, guru A sedang sibuk mengajari teman yang lain untuk mengaji.

Maka guru B bertindak, ”Sini sayang, sama bu guru.” sambil tersenyum.

“Nggak mauuuuu. Mau sama bu guru A ajaaaaa.”, tolak Tito.

Hmm.. beberapa anak, memang lebih menyukai BAK dengan bu guru A.
Kita lihat kenapa.. ^_^

Toilet training bersama guru A:

“Ayo baca do’a dulu.”, kata guru A. Sambil melepaskan semua pakaian yg perlua dilepaskan. Tito hanya membaca do’anya. Sambil melihat ke wajah guru A. Saat membuka kaos kaki, Tito duduk di sebuah tempat duduk, sambil menghulurkan kakinya ke depan wajah sang guru. Dan bu guru A, dengan senang hati melepaskannya. Saat di dalam pun sama. Tito hanya melepaskan tuntutan alamiahnya, selain itu, bu guru A yang mengerjakan, menyiram bekas BAK, mencebok, mencuci. Semuanya. Tito tidak capek, aman, damai, nyaman dalam pengurusan bu guru A. Waktu keluar, hal yang sama terjadi lagi. Bu guru A, melayani dengan hati. Hingga selesai do’a.

Toilet training bersama guru B:

“Kita baca do’a dulu ya nak.”, kata guru B. Setelah berdo’a, bu guru B berkata, ”Sekarang lepas kaos kaki dan celananya sayang. Tito membuka sendiri celananya.

“Susah bu kancingnya.”, kata Tito.

”Sini bu guru bantu. Ini melepaskannya seperti ini ya. Di pegang yang kuat.”, hanya kancingnya. Selanjutnya, Tito kerjakan sendiri.

Begitupun segala urusan siram menyiram, mencebok dan membersihkan diri. Tito kerjakan sendiri, di bawah arahan bu guru B. Hingga selesai do’a keluar kamar mandi/WC.

******* @ *******

Kadang.. kita tak menyedari, betapa pentingnya kemandirian bagi USIA DINI kita. Sejuta bantuan, memang akan memenuhinya dengan cinta. Namun, satu pelatihan, akan memudahkan kehidupannya.

Guru B berkata… ”Karena kita adalah pendidik, bukan pembantu.” (Aku setuju) ^_^

Hal semacam ini pun, terjadi pada ayah dan bunda. Perbedaan bentuk perhatian dan pelayanan semacam inilah, yang menyebabkan USIA DINI memilih-milih antara ayah dan bunda untuk menemaninya beraktivitas. Wallaahua’lam.

******* @ *******

Semoga kita.. adalah para dewasa, yang mampu memberikan perhatian yang sejatinya merupakan pendidikan. Agar USIA DINI kita merasakan manfaat yang lebih, dari apa yg kita beri padanya. Amiiin

April 3, 2010 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar