Ini Jejak-Q

Hanya Satu Yang Akan Kita Tinggalkan… Ialah… JEJAK

Kalah Perang

Bila saja webcam di laptop yang sedang kugunakan, kuaktifkan, tentu dia telah merekam tiap rinci ekspresi malasku yang sepanjang hari ini terduduk di depan si acer milik abangku. Mulai dari wajah ceria, wajah tidak bersemangat hingga mimik wajah menahan kantuk yang hebat. Aku sendiri tidak tahu seperti apa wajahku dengan mata sayu yang dipaksa-paksakan terbuka. Bola mata yang kudapatkan dari orang tua asli suku Minang pesisir, mungkin saat ini tampak layaknya keturunan cina saja, terbuka kecil seperti mengintip. Bedanya, sipit yang dihasilkan tidak menarik, tidak cerdas tatapannya melainkan kosong. Cuaca lembab, angin dingin yang diam-diam menyelusup masuk dari celah ventilasi warnet, memperparah mata ini! Dan disaat yang bersamaan tubuhku tak lagi mampu bertahan tegak, seakan turut saja perintah si otak: tidurlah!

“mba..”

“MasyaAllah aku tertidur!”

Juni 3, 2010 Posted by | Tak Berkategori | 3 Komentar